PONTIANAK - Kepala Sekolah Taman Kanak-Kanak (TK) Charitas Darma, Felix Setiawan diamankan Polda Kalbar karena diduga melakukan penghinaan terhadap Presiden SBY.
Informasi yang diterima di lapangan, Kamis (3/4/2008), peristiwa penangkapan ini bermula dari keinginan Felix untuk memperluas lahan pakir sekolah dan membuat pagar pembatas. Dia meminta pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Pontianak melakukan pengukuran tanah yang dimiliki sekolah.
Setelah dilakukan pengukuran, hasilnya berbeda dengan sertifikat yang dimiliki sekolah. Melihat keadaan itu, Felix meminta BPN melakukan pengukuran ulang. Namun permintaan tersebut ditolak dengan alasan pengukuran sudah benar.
Merasa dirugikan, Felix melaporkan kejadian ini ke Polda Kalbar. Namun laporan bernomor LP/17/11/2005/Deskrim tertanggal 24 februari 2005 itu dimentahkan pihak kepolisian karena tidak cukup bukti. Sehingga apa yang dijelaskan pihak BPN sudah benar tidak ada yang dipersalahkan
Perjuangan Felix tidak sampai di situ. Untuk mendapatkan haknya, ia pun mengirimkan surat ke menteri dalam negeri (Mendagri) agar permasalahan ini selesai.
Surat itu pun membuahkan hasil, Mendagri mengirimkan surat no 593/1431/pum untuk meminta Wali Kota Pontianak meneliti pengaduan Yayasan TK Charitas Darma. Dalam surat tersebut Mendagri juga meminta melaporkan penyelesaian tersebut kepada Mendagri.
Namun, surat tersebut sepertinya tidak mendapatkan tanggapan serius Wali Kota Pontianak. Dia kemudian menuliskan keluh kesahnya ke SMS Presiden SBY 9949. Dalam SMS pertama dia mendapat kiriman.
"Itu bukan urusan saya, silahkan ke pemerintah setempat," tulis SMS tersebut.
Kesal karena tidak mendapatkan tanggapan serius, Felix kemudian membalas dengan tulisan:
"Bagaimana Bapak Presiden, jangan hanya mengurusi tahu tempe. Ini masalah serius, ini masalah pendidikan. Kalau bapak seperti ini, berarti mental bapak seperti tempe."
Namun SMS tersebut berbuntut panjang. Dia akhirnya ditangkap Polda Kalbar dengan tuduhan penghinaan terhadap Presiden.
(Denny Juniardi/Global/sjn)
sumber
http://news.okezone.com/index.php/ReadStory/2008/04/03/1/97293
"Kapan yach demokrasi bener2 ada.. kalo cuma kritik demi kebaikan di tangkap gmn nasib bangsa ini nantinya
"
======== Kelanjutan kasus ==========
"Felix memperjuangan untuk membangun dunia pendidikan, bukan untuk kepentingan pribadi," ujar Ivone, Ibu Felix bersemangat saat ditemui di rumahnya, Kamis (3/4/2008).
Ivone mengaku, dirinya tak habis pikir dengan penahanan tersebut. "Wajar kalau Feliz ditangkap kalau memaksakan kehendak pribadi, tapi ini untuk kepentingan sekolahnya yang secara tak langsung turut mencerdaskan anak bangsa," keluhnya.
Dengan penahanan tersebut, lanjutnya, menandakan pemerintah tak mau dikritik. "Berarti kita tak boleh kritik pemerintah meskipun mereka salah," tandasnya.
Ivone menambahkan, dirinya mengaku salut atas perjuangan Felix meski harus mengorbankan kepentingan pribadi dan keluarga hanya untuk membangun dunia pendidikan.
Sebelumnya, masalah berawal ketika Felix bermaksud memperluas lahan pakir sekolah dan membuat pagar pembatas. Karena tak kunjung selesai, dia akhirnya mengirimkan keluh kesahnya ke SMS Presiden SBY 9949.
Kesal karena tidak mendapatkan tanggapan serius, Felix kemudian membalas dengan tulisan:
"Bagaimana Bapak Presiden, jangan hanya mengurusi tahu tempe. Ini masalah serius, ini masalah pendidikan. Kalau bapak seperti ini, berarti mental bapak seperti tempe."
Namun SMS tersebut berbuntut panjang. Dia akhirnya ditangkap Polda Kalbar dengan tuduhan penghinaan terhadap Presiden. Saat ini, dia meringkuk di hotel prodeo Mapolda Kalbar.
(Denny Juniardi/Global/kem)
"Mirip JAMAN ORDE BARU Gak sech???"








